Gubernur Muhidin Nyatakan Siaga Hadapi Karhutla

Gubernur  Kalimantan Selatan H Muhidin didampingi Pangdam XXII Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin dan Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan menaiki mobil jeep untuk melakukan pemeriksaan pasukan pada apel kesiapsiagaan Karhutla tahun 2026.ist

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin menyatakan kesiapsiagaan menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 ditandai Apel Kesiapsiagaan Bencana di Halaman Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru, Senin (6/7).

Pada apel kesiapsiagaan bencana Karhutla itu, Gubernur H Muhidin didampingi Pangdam XXII Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin dan Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan menaiki mobil jeep untuk melakukan pemeriksaan pasukan.

Pemeriksaan pasukan itu menjadi penanda dimulainya kesiapsiagaan seluruh unsur yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Karhutla 2026 dalam menghadapi potensi meningkatnya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

Apel diikuti personel dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, Basarnas, Satpol PP dan Damkar serta berbagai usur relawan dan instansi terkait yang akan terlibat dalam penanganan Karhutla di Kalsel.

Gubernur Kalsel, H Muhidin menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang telah menunjukkan kesiapan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

“Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Basarnas, Satpol PP Damkar, relawan dan seluruh unsur yang tergabung dalam Satgas Karhutla Tahun 2026 atas kesiapan dan dedikasi saudara sekalian, sehingga apel kesiapsiagaan ini dapat terselenggara,” ujarnya.

Gubernur H Muhidin mengatakan, apel tersebut menjadi penanda dimulainya fase kesiapsiagaan penuh menjelang puncak musim kemarau tahun 2026 yang diperkirakan akan lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

H Muhidin menegaskan bahwa pengendalian kebakaran hutan dan lahan berada dalam satu garis komando yang dipimpin langsung oleh Gubernur, dengan BPBD Provinsi Kalimantan Selatan sebagai koordinator pelaksana di lapangan.

“Komando pengendalian kebakaran hutan dan lahan berada langsung di bawah satu garis komando Gubernur, dengan BPBD Provinsi sebagai koordinator pelaksana. Oleh sebab itu, saya minta seluruh kekuatan, baik personel maupun sarana prasarana, dipastikan kesiapannya mulai hari ini,” tegasnya.

Gubernur H Muhidin juga menginstruksikan seluruh personel Satgas agar meningkatkan kesiapsiagaan melalui patroli terpadu, memperkuat deteksi dini terhadap titik panas, serta memastikan respons pemadaman dilakukan secepat mungkin sejak awal kejadian terdeteksi.

Selain itu, seluruh peralatan dan sarana pendukung yang akan digelar setelah apel diminta benar-benar dalam kondisi siap digunakan. Setiap personel juga harus memahami tugas, fungsi dan jalur komando masing-masing agar penanganan di lapangan dapat berjalan efektif dan terkoordinasi.

Tidak hanya kepada petugas, Gubernur H Muhidin juga mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Selatan untuk berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar.

Gubernur H Muhidin juga meminta seluruh jajaran Satgas terus menyosialisasikan imbauan tersebut kepada masyarakat sekaligus melibatkan warga dalam upaya pemantauan lingkungan di sekitar tempat tinggal masing-masing.

“Kita semua harus terus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan sebarluaskan imbauan tersebut dan pastikan keterlibatan aktif masyarakat untuk ikut memantau serta menjaga lingkungan sekitar, sehingga risiko kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalkan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur H Muhidin mengajak seluruh personel untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab dalam melindungi masyarakat dan lingkungan dari ancaman Karhutla.

“Mari kita bekerja sepenuh hati, karena kesiapsiagaan kita hari ini adalah bentuk perlindungan bagi masyarakat dan lingkungan Kalimantan Selatan,” pungkasnya.adv
Lebih baru Lebih lama