Edukasi Pasar Modal Digencarkan di Banjarmasin

PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), serta Indonesia Securities Investor Protection Fund (SIPF) bersama media.az

 BANJARMASIN – Upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat terus digencarkan melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi pasar modal yang digelar di Kota Banjarmasin, Selasa (28/7) sore.

Kegiatan ini melibatkan sejumlah lembaga pasar modal, seperti PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), serta Indonesia Securities Investor Protection Fund (SIPF).

Program edukasi tersebut menyasar berbagai kalangan, mulai dari media, pengelola galeri investasi, pelaku industri pasar modal, hingga mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi di Banjarmasin.

Kepala Unit Administrasi Produk Investasi KSEI, Soli Deo Gloria, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat terhadap perkembangan pasar modal, sekaligus meningkatkan jumlah investor.

“Edukasi ini penting agar masyarakat tidak hanya mengenal, tetapi juga memahami mekanisme dan perlindungan dalam investasi di pasar modal,” ujar Soli.

Berdasarkan data KSEI, jumlah investor pasar modal di Kalimantan Selatan menunjukkan tren positif. Hingga Juni 2026, jumlah investor tercatat mencapai 400.982 orang.

Dari angka tersebut, Kota Banjarmasin menjadi penyumbang terbesar dengan 92.698 investor atau sekitar 23 persen dari total investor di provinsi tersebut.

Secara nasional, jumlah investor pasar modal Indonesia juga terus meningkat dan telah mencapai 28,96 juta investor atau tumbuh lebih dari 42 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Investor Muda di Kalsel Semakin Tumbuh
Menariknya, pertumbuhan investor di Kalsel didominasi oleh kalangan usia muda. Tercatat sekitar 82 persen investor berasal dari kelompok usia di bawah 40 tahun, yang menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap investasi.

Selain edukasi, penguatan sistem dan infrastruktur juga terus dilakukan. KSEI, misalnya, mengembangkan berbagai layanan digital untuk memudahkan investor dalam mengakses dan memantau investasinya secara transparan.

Sementara itu, KPEI menekankan pentingnya sistem pengelolaan risiko dalam menjaga kepercayaan investor. Lembaga ini memastikan setiap transaksi di pasar modal dapat diselesaikan secara aman dan efisien.

Di sisi lain, Indonesia SIPF juga berperan dalam memberikan perlindungan terhadap aset investor, dengan dana perlindungan yang telah mencapai ratusan miliar rupiah.

Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan pemahaman masyarakat terhadap pasar modal semakin meningkat, sekaligus mendorong partisipasi investor baru, khususnya dari kalangan generasi muda di Kalimantan Selatan.az
Lebih baru Lebih lama