FK-Patuh Ingatkan Memilih Paket Jangan Harga Paling Murah

Ketua Forum Komunikasi Penyelenggara Travel Umroh dan Haji (FK Patuh) Kalimantan Selatan,H.Saridi, M.M.ist

BANJARMASIN-Ketua Forum Komunikasi Penyelenggara Travel Umroh dan Haji (FK Patuh) Kalimantan Selatan,H.Saridi, M.M. 
turut prihatin atas kejadian yang menimpa jamaah, khususnya yang berasal dari Hulu Sungai Tengah dan Banjarmasin. Tentunya hal ini harus di sikapi bersama dengan mencari penyebab dan solusinya, mengapa ada jamaah yang tidak bisa berangkat maupun tidak bisa pulang.
Berdasarkan analisis FK-Patuh, banyak jamaah yang cenderung memilih paket dengan harga paling murah. 
Sementara itu, biaya penyelenggaraan ibadah umrah saat ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan, terutama untuk tiket pesawat dan hotel. Akibatnya, ada travel yang tidak mampu memberangkatkan jamaah.
"Bahkan hingga hari ini, kami mendapat informasi masih ada sekitar 38 jamaah yang tertahan di Jeddah dan menunggu kepulangan. Kondisi ini tentu harus menjadi perhatian bersama, baik bagi jamaah yang belum bisa berangkat maupun yang belum dapat kembali ke Tanah Air," ujar Saridi di Banjarmasin," Jumat (31/7) siang.
Ia mengimbau seluruh calon jamaah umrah agar memperhatikan enam hal penting, yaitu:
"Pastikan travel memiliki izin resmi.
Pastikan jadwal keberangkatan.Pastikan penerbangannya.Pastikan akomodasi atau hotel di Makkah dan Madinah.Pastikan visa telah tersedia.Pastikan tour leader atau pendamping memiliki sertifikasi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi)," tegasnya.
Enam hal tersebut harus menjadi perhatian masyarakat yang akan melaksanakan ibadah umrah. 
Jangan hanya berfokus pada harga yang murah. Jika harga yang ditawarkan terlalu murah, risikonya jamaah justru tidak dapat diberangkatkan.
Menanggapi pertanyaan apakah kasus ini murni penipuan atau karena kekurangan biaya.Secara umum, persoalannya bukan semata-mata soal kuota. Faktor utamanya adalah paket yang dijual dengan harga terlalu murah. 
Ketika harga dijual di bawah biaya sebenarnya, ada kemungkinan travel melakukan penipuan atau tidak mampu menyediakan tiket keberangkatan.
 Modal penyelenggaraan umrah dengan harga normal memiliki selisih lebih dari Rp7 juta dibanding paket yang terlalu murah. Keuntungan travel sebenarnya tidak besar. Justru keuntungan itulah yang menjadi modal untuk memberikan pelayanan kepada jamaah. 
Kalau tidak ada keuntungan, bagaimana travel bisa melayani jamaah dengan baik?
Saat ini terdapat dua travel yang menjadi perhatian.
" Salah satunya adalah Shakira, yang jamaahnya masih tertahan di Jeddah. Kami sudah berkoordinasi langsung dengan Direktorat Jenderal terkait, dan kami mendapat informasi bahwa persoalan ini akan segera diselesaikan. Namun hingga saat ini penyelesaiannya masih kami tunggu.
Mengenai persoalan visa, masih ada beberapa hal yang belum dapat dipastikan. Untuk travel Shakira, persoalannya berbeda dengan kasus Visa Safar," jelasnya.
Menanggapi kemungkinan pemberian sanksi:
Dari sisi FK-Patuh, ia terus melakukan sosialisasi kepada para penyelenggara agar tidak menjual paket di bawah harga yang wajar. 
Dalam dunia usaha, tentu harus ada keuntungan yang sehat karena keuntungan tersebut digunakan untuk memberikan pelayanan kepada jamaah.
Peran FK-Patuh sendiri adalah memediasi, bukan memberikan sanksi atau menutup operasional travel.
"Sebelumnya kami pernah diminta oleh pihak travel Shakira untuk memediasi dengan jamaah. Saat itu situasi cukup tegang, jamaah sudah sangat emosional dan berpotensi terjadi kericuhan. Kami hadir sebagai mediator, melakukan pendekatan dengan kepala dingin, sehingga situasi dapat dikendalikan dan diperoleh solusi sementara," jelasnya.
 Saat itu tidak terjadi kericuhan. Namun perkembangan selanjutnya hingga kini masih belum jelas.
Untuk jumlah jamaah yang terdampak, pada travel Shakira tercatat sekitar 175 jamaah. Sementara pada travel Hijaz terdapat 41 jamaah ditambah 7 jamaah dari dua agen, yaitu  Fauzia dan  Suryati. Selain itu, terdapat 16 jamaah yang dijadwalkan berangkat pada bulan Agustus melalui agen Suryati.
 Seluruh biaya jamaah tersebut telah dilunasi dan telah ditransfer kepada pihak di Jakarta.az
Lebih baru Lebih lama