Bantuan nutrisi berupa pemberian telur kepada 25 sasaran keluarga berisiko stunting 60 butir per bulan selaman 6 bulan.az
BANJARMASIN-Transformasi kelembagaan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menjadi fokus utama dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang digelar di Banjarmasin, Kamis (5/3).
Rakorda yang mengusung tema “Transformasi Kemendukbangga Mendukung Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045” ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, mitra kerja, serta pemangku kepentingan lintas sektor di Kalimantan Selatan.
Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Selatan, Farah Adibah, menegaskan bahwa transformasi Kemendukbangga/BKKBN diarahkan untuk memperkuat peran lembaga dalam pembangunan keluarga dan kependudukan.
Menurutnya, salah satu peran utama yang dikedepankan adalah sebagai policy driver yang memastikan kebijakan pembangunan berpihak pada kesejahteraan keluarga hingga ke level mikro.
“Di tingkat provinsi, Kemendukbangga/BKKBN bersama pemerintah daerah menyusun Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) sebagai upaya mengintegrasikan isu kependudukan dalam dokumen perencanaan yang diturunkan sebagai Rencana Aksi,” ujar Farah.
Ia menjelaskan bahwa PJPK difokuskan pada lima sasaran strategis, yakni pengendalian kuantitas penduduk, peningkatan kualitas penduduk melalui akses pendidikan dan kesehatan, pembangunan keluarga, penataan persebaran dan mobilitas penduduk, serta penguatan administrasi kependudukan.
Lebih lanjut, Farah juga menekankan peran Kemendukbangga/BKKBN sebagai integrator yang menghubungkan berbagai sektor dalam pelaksanaan intervensi berbasis keluarga. Salah satu implementasinya adalah program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) yang didukung enam kementerian/lembaga dan kini terintegrasi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh penghargaan PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup. Selain itu, terdapat pula dukungan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
“Transformasi ini juga menempatkan Kemendukbangga/BKKBN sebagai penyedia data keluarga yang menjadi fondasi berbagai intervensi program nasional. Melalui pendataan keluarga berbasis by name by address, termasuk data keluarga berisiko stunting, pemerintah dapat melakukan intervensi yang lebih tepat sasaran,” jelas Farah.
Ia menambahkan bahwa keseluruhan transformasi tersebut bertujuan mendukung program prioritas Presiden seperti ketahanan pangan, ketahanan energi, makan bergizi gratis, pendidikan bermutu, kesehatan berkualitas, ekonomi rakyat, pertahanan semesta, hingga investasi global.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan melalui Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kalimantan Selatan, Dr. Muhammad Muslim, menyampaikan bahwa transformasi yang dilakukan Kemendukbangga/BKKBN menjadi referensi penting bagi pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan keluarga. “Program-program prioritas seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), serta penguatan peran lanjut usia melalui Sidaya memberikan kerangka yang jelas bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas keluarga,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa upaya peningkatan kualitas gizi keluarga melalui program makan bergizi gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita merupakan langkah strategis dalam percepatan penurunan stunting sejak fase awal kehidupan.az
Tags
kota