Gubernur Kalsel Resmikan Dermaga Pasar Terapung di TMII

Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kalsel, Hj Fathul Jannah Muhidin saat memotong untaian melati sebagai tanda diresmikannya Dermaga Pasar Terapung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.ist

JAKARTA – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalsel,  Hj Fathul Jannah meresmikan Dermaga Pasar Terapung Air Tawar di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, yang ditandai penandatanganan prasasti serta pemotongan untaian melati  di dermaga, Sabtu (11/4).

Peresmian Dermaga Pasar Terapung di  TMII itu merupakan bagian dari komitmen Pemprov Kalsel dalam melestarikan warisan budaya daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan pariwisata Banua ke tingkat nasional.

Peresmian juga dihadiri Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi di Kementerian Kebudayaan RI, Restu Gunawan, Dirjen Bina Marga Kementerian PU, Roy Rizali Anwar, Pangdam XXII, Mayjen TNI Zainul Arifin dan Bupati/Walikota se Kalsel.

Pada penandatangan prasasti itu, Gubernur H. Muhidin didampingi Kajati Kalsel Tiyas Widiarto,  Danrem 101 Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, Kepala BIN Kalsel Brigjen Pol Sentot Adi Dharmawan, Kepala BNN Provinsi Kalsel, Brigjen Pol Asep Taufik, Danlanal Banjarmasin, Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra serta Sekdaprov Kalsel, HM Syarifuddin.

Gubernur Kalsel, H Muhidin menyampaikan dengan diresmikannya dermaga pasar terapung ini, Pemprov Kalsel mencapai kemajuan yang luar biasa disektor pariwisata, dan sekaligus  menghadirkan budaya banua Kalsel, dalam deretan kebudayaan nasional di TMII. 

"Saya berharap melalui kehadiran dermaga ini masyarakat dari berbagai daerah, dapat mengenal lebih dekat kekayaan budaya sungai Kalimantan Selatan. sekaligus memperkuat posisi Kalsel sebagai salah satu simpul penting warisan budaya sungai di indonesia," ucap Gubernur H. Muhidin. 

Budaya pasar terapung adalah tradisi yang telah berlangsung sejak masa kesultanan banjar, ketika sungai menjadi jalur utama transportasi, interaksi sosial serta aktivitas perdagangan masyarakat. dan hingga saat ini.

Tradisi tersebut masih dapat di saksikan secara langsung, di kawasan wisata budaya pasar terapung Lok Baintan, yang telah menjadi salah satu ikon pariwisata Kalsel.

"Di dermaga pasar terapung ini, kita menegaskan bahwa pasar terapung sebagai warisan budaya urang banjar  tetap ada dan masih bisa dinikmati,  dan di kawasan TMII ini, kita menghadirkan gambaran budaya sungai, kepada masyarakat Indonesia, sekaligus memperkuat identitas budaya daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional," tambah Gubernur Kalsel, H. Muhidin.

Gubernur H. Muhidin berharap, keberadaan dermaga pasar terapung ini, mampu menarik minat masyarakat, yang berkunjung ke taman mini indonesia indah, untuk mengenal lebih jauh tentang Kalsel. 

"Bahkan kami harapkan masyarakat tertarik untuk berkunjung langsung ke Kalsel dan merasakan pengalaman kehidupan masyarakat sungai yang masih lestari," harap Gubernur H. Muhidin. 

Gubernur juga mengajak Bupati/Wali Kota se Kalsel dan seluruh Kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel agar meramaikan Pasar Terapung di TMII ini dengan menggelar berbagai acara di lokasi tersebut. 

"Saya mengajak, ayo kita bersama-sama kita meramaikan pasar terapung ini, dengan menggelar acara setiap pekannya, bisa diisi dengan kesenian, atau acara apapun yang bermuatan lokal daerah. Sehingga budaya kita Kalsel dapat semakin dikenal oleh masyarakat di Jakarta," ajak Gubernur H. Muhidin

Sementara itu, apresiasi datang dari Kementerian Kebudayaan RI, seperti yang disampaikan Dirjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi di Kementerian Kebudayaan RI, Restu Gunawan. 

"Ini adalah satu contoh bagaimana pengembangan dan pemanfaatan budaya itu ada di Kalimantan Selatan. Kita berharap, ke depan ada warisan budaya tak benda Kalsel yang bisa diusulkan ke UNESCO," harap Restu Gunawan. 

Usai meresmikan dermaga ini, Gubernur H. Muhidin bersama Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Hj. Fathul Jannah.adv
Lebih baru Lebih lama