Stok Daging dan Telur di Kalsel Aman Masyarakat Diminta Tenang Hadapi Ramadan dan Idul Fitri 1447 H

Wakil Ketua Komisi II  DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dari Fraksi PKB, Suripno Sumas, SH, MH.az

 
BANJARMASIN– Menyambut  Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan diimbau untuk tetap tenang dan tidak khawatir terhadap ketersediaan bahan pangan, khususnya daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam ras.

Berdasarkan data resmi Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan dalam laporan Proyeksi Kesiapan Pangan Ramadan & Idul Fitri 1447 H, Kalimantan Selatan berada dalam kondisi surplus produksi untuk komoditas strategis tersebut.

Wakil Ketua Komisi II  DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dari Fraksi PKB, Suripno Sumas, SH, MH, menyampaikan bahwa informasi resmi pemerintah ini penting diketahui publik agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan khusyuk dan tanpa keresahan terkait ketersediaan pangan.

“Data resmi pemerintah menunjukkan stok dalam kondisi aman dan harga dalam kendali. Masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan. Mari kita sambut Ramadan dengan tenang dan penuh kekhusyukan,” ujar Suripno di Banjarmasin,Jumat (20/ 2).

Berdasarkan laporan Disbunnak , produksi daging ayam broiler Kalimantan Selatan tahun 2025 mencapai 123.330.490 kg, sementara kebutuhan lokal hanya sekitar 52.649.028 kg atau 43% dari total produksi.

Artinya, terdapat surplus signifikan, dan Kalimantan Selatan ditegaskan sebagai daerah surplus ayam pedaging dengan konsumsi per kapita 18,73 kg per tahun.

Pada komoditas telur ayam ras, total produksi mencapai 114.010.250 kg, sedangkan kebutuhan daerah sekitar 50.001.385 kg dengan konsumsi 27,28 kg per kapita per tahun. Dapat disimpulkan bahwa pasokan telur dipastikan aman dan berlebih.

 Data distribusi bibit ayam (DOC) Januari 2026  menunjukkan total produksi 8.213.300 ekor DOC broiler, dengan 84% atau 6.907.898 ekor terserap di Kalimantan Selatan.

Selain itu, DOC layer (ayam petelur) sebanyak 127.500 ekor sepenuhnya dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan daerah.

Hal ini menunjukkan ketahanan sektor hulu yang kuat serta kesinambungan produksi menjelang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Kalimantan Selatan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga menjadi penyangga pangan regional bagi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Kelebihan produksi ayam dan telur turut menyuplai provinsi tetangga, memperkuat posisi Kalsel sebagai daerah surplus dan stabil.

Untuk menjaga stabilitas stok dan harga, Pemerintah Provinsi melalui Disbunnak menjalankan empat langkah strategis:

Monitoring lapangan ke RPHU, cold storage, dan rumah potong hewan.Pengawasan sektor hulu di peternakan rakyat dan industri.Kolaborasi dengan Pinsar, industri breeder, dan pakan.Koordinasi intensif dengan pemerintah kabupaten/kota.

Komitmen pemerintah ditegaskan bahwa:Stok Aman,Harga Stabil dqnSinergi Berkelanjutan

Suripno Sumas mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Selatan untuk:Tidak melakukan panic buyingt,etap berbelanja secara wajar,Mendukung stabilitas harga dengan konsumsi bijak,Memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperkuat solidaritas sosial
“Dengan data yang transparan dan pengawasan yang ketat, kita optimis Ramadan dan Idul Fitri 1447 H dapat dijalani dengan aman, nyaman, dan penuh keberkahan,” tutupnya.az

Lebih baru Lebih lama