BANJARMASIN-Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel),Gusti Iskandar Sukma Alamsyah soroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lapangan, terutama terkait kualitas makanan, kesesuaian dengan selera anak, dan pengawasan pengelola dapur.
Intinya bukan soal harga atau anggaran, tetapi apakah makanan benar-benar dimakan dan bermanfaat bagi anak-anak.
" Penerima manfaat tidak optimal nilai paket hampir Rp10.000 per anak, tetapi manfaatnya belum maksimal.Di beberapa sekolah, makanan tidak dimakan oleh siswa.
Akhirnya makanan diambil atau dihabiskan oleh pengelola sekolah atau dapur," ujar Gusti Iskandar Sukma Alamsyah di Banjarmasin,Rabu ( 25/ 2).
Artinya program tidak tepat sasaran walaupun anggaran sudah ada.Masalah utama bukan harga, tapi rasa (Taste)
Anak-anak terutama tingkat SD sangat dipengaruhi rasa dan tampilan makanan
Jika tidak sesuai selera,anak tidak mau makan dan makanan terbuang.
"Tujuan peningkatan gizi tidak tercapai
Gizi bisa dihitung secara angka, tetapi selera anak harus diperhatikan secara nyata di lapangan,"jelasnya.
Ia juga menambahkan standar gizi tidak selalu sesuai praktik.Secara konsep sudah ada standar kalori dan kebutuhan gizi.Namun implementasi di dapur sering
tidak sesuai standar,tidak menarik,tidak praktis untuk anak-anak.
Solusi sederhana lebih efektif anda mengusulkan pendekatan yang lebih sederhana, misalnya ,1 butir telur ,1 buah pisang.
Menu sederhana yang disukai anak-anak
Pendekatan seperti ini,lebih mudah dimakan,
tidak terbuang,lebih tepat sasaran
lebih realistis,pengawasan harus diperketat.
Program ini merupakan amanat Presiden dan tujuannya sangat baik, yaitu meningkatkan gizi anak,mendukung generasi sehat,mencegah masalah gizi di masa depan.
Namun keberhasilan program sangat bergantung pada pengawasan dapur MBG
evaluasi rutin.
Penyesuaian menu dengan kondisi lapangan.
Kesimpulan.Masalah utama MBG di lapangan bukan pada besarnya anggaran, tetapi pada pelaksanaan dan pengawasan. Jika makanan tidak dimakan oleh anak-anak, maka tujuan peningkatan gizi tidak tercapai, sehingga perlu perbaikan menu yang lebih sederhana, sesuai selera anak, dan benar-benar dimanfaatkan.az
Tags
dprd kalsel