Anggota DPD RI sekaligus MPR RI asal Kalsel, Habib Hamid Abdullah, S.H., M.H., kembali melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di SMA Muhammadiyah Karang Intan, Kabupaten Banjar.ist
KARANG INTAN – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) sekaligus Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) asal Kalimantan Selatan, Habib Hamid Abdullah, S.H., M.H., kembali melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di SMA Muhammadiyah Karang Intan, Kabupaten Banjar, Sabtu (13/12).
Kegiatan berlangsung sejak siang hingga sore hari dan diikuti dengan antusias oleh para siswa dan tenaga pendidik.
Dalam pemaparannya, Habib Hamid Abdullah menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan fondasi utama dalam membangun karakter bangsa yang beradab, berkeadilan, dan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa.
“Generasi muda harus memiliki pemahaman yang utuh tentang jati diri bangsa. Sosialisasi Empat Pilar ini adalah bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif dan karakter kebangsaan, bukan untuk kepentingan politik praktis jangka pendek,” tegas Habib Hamid Abdullah.
Pada sesi dialog yang dipandu Kepala Sekolah Muhammadiyah Karang Intan Hasmi Ridho, sejumlah peserta menyampaikan pertanyaan kritis dan reflektif. Faiza Mumtaza menanyakan bagaimana memastikan sosialisasi MPR RI tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis, melainkan benar-benar bertujuan membangun karakter bangsa.
Menanggapi hal tersebut, Habib Hamid Abdullah menjelaskan bahwa sosialisasi Empat Pilar merupakan mandat konstitusional MPR RI yang bersifat edukatif dan nonpartisan. “Materi Empat Pilar bersifat universal dan lintas kepentingan politik. Fokusnya adalah pembentukan karakter, nilai kebangsaan, dan kesadaran berkonstitusi, khususnya bagi generasi muda,” ujarnya.
Pertanyaan berikutnya disampaikan oleh Muhammad Sandi Akbar dari Sungai Alang terkait peran generasi muda dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Habib Hamid Abdullah menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai agen pemersatu di tengah keberagaman.
“Menjaga persatuan bisa dimulai dari hal sederhana, seperti saling menghargai perbedaan, menolak ujaran kebencian, serta aktif berkontribusi positif di lingkungan sekolah dan masyarakat. Persatuan bangsa tidak hanya dijaga oleh negara, tetapi oleh seluruh warganya,” jelasnya.
Sementara itu, pertanyaan mengenai kesadaran terhadap kelestarian lingkungan disampaikan oleh salah satu peserta yang menyoroti maraknya penggundulan hutan yang baru disadari dampaknya setelah terjadi bencana. Menanggapi hal ini, Habib Hamid Abdullah menekankan bahwa kesadaran lingkungan harus dibangun sejak dini dan menjadi bagian dari nilai Pancasila, khususnya sila kelima tentang keadilan sosial dan keberlanjutan hidup.
“Kerusakan lingkungan adalah masalah serius di Kalimantan Selatan. Pencegahan harus dilakukan sebelum bencana terjadi, bukan setelahnya. Negara, masyarakat, dan dunia pendidikan harus bersinergi membangun kesadaran ekologis,” tegasnya.
Ia juga mengaitkan hal tersebut dengan tugas DPD RI dalam memperjuangkan dan mengawal aspirasi masyarakat dan daerah, termasuk memastikan pembangunan berjalan seimbang antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Habib Hamid Abdullah menyinggung beberapa proyek strategis di Kalimantan Selatan seperti Bendungan Riam Kiwa, pembangunan jembatan penghubung Batulicin–Kotabaru, serta pengembangan kawasan Banjarmasin Metropolitan yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada infrastruktur fisik semata. “Pembangunan yang ideal adalah pembangunan yang seimbang, yakni pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta penciptaan lapangan kerja yang memadai agar masyarakat daerah tidak hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri,” pungkasnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Habib Hamid Abdullah berharap para pelajar dapat menjadi generasi yang berkarakter kuat, cinta tanah air, peduli lingkungan, serta siap berperan aktif dalam pembangunan Kalimantan Selatan dan Indonesia secara berkelanjutan.az
Tags
kota