Pemprov Kalsel Diminta Prioritaskan Program Pembangunan

Komisi III DPRD Kalsel saat rapat dengan pendapat dengan Dinas PUPR Kalsel.az

BANJARMASIN-Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan diminta kembali melakukan penyesuaian terhadap program dan anggaran tahun 2027 menyusul adanya pengurangan anggaran yang cukup signifikan. 
Penyesuaian tersebut diperlukan agar program yang tetap dianggarkan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan menjadi prioritas pembangunan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Ir. M. Yasin Toyib, S.T., M.T hal itu disampaikan dalam pemaparan program dan anggaran bersama Komisi III DPRD Kalimantan Selatan. 
Dalam pembahasan tersebut, sejumlah masukan diberikan agar pemerintah daerah mengkaji kembali program yang wajib dipertahankan maupun kegiatan yang masih memungkinkan untuk disesuaikan.

"Selain program pembangunan, beberapa kebutuhan teknis juga menjadi perhatian, termasuk pembenahan Stadion 17 Mei Banjarmasin," ujar Yasin Toyib di Banjarmasin,Selasa (3/11) siang.

Penyesuaian anggaran diperlukan untuk memenuhi sejumlah persyaratan dari tim esekutif terkait penyelenggaraan kompetisi Liga 2, seperti penambahan lampu penerangan dan perbaikan pagar stadion yang dinilai belum memenuhi standar keamanan.

Sementara itu, untuk arah pembangunan tahun 2027, Pemprov Kalsel tetap mengacu pada nota kesepakatan antara pemerintah daerah dan legislatif. 

Sejumlah program yang menjadi prioritas di antaranya pembangunan jembatan, stadion, rumah jabatan, pembangunan Kodam, serta berbagai infrastruktur lainnya.

Pemerintah berharap melalui penajaman kembali program dan anggaran tersebut, keterbatasan fiskal tidak menghambat pelaksanaan pembangunan yang telah disepakati dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ketua Komisi III DPRD Kalsel,Apt. Mustaqimah, S.Farm., M.Si menjelaskan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan diminta kembali menentukan skala prioritas pembangunan, menyusul adanya penurunan anggaran yang cukup signifikan. Sejumlah proyek strategis daerah, seperti Jembatan Pulau, pembangunan rumah jabatan Gubernur, hingga stadion, menjadi perhatian dalam pembahasan rapat.

Dalam dibahas berbagai program pembangunan, termasuk sejumlah proyek strategis yang saat ini masih dalam proses pengerjaan maupun yang membutuhkan dukungan pendanaan tambahan.

"Penurunan anggaran dari sebelumnya sekitar Rp2,4 triliun menjadi kisaran Rp1,47 triliun hingga Rp1,6 triliun membuat pemerintah harus lebih cermat dalam menentukan alokasi anggaran," katanya.

Kondisi tersebut menuntut adanya evaluasi terhadap program-program yang telah direncanakan, terutama untuk memastikan proyek yang menjadi prioritas dapat diselesaikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Poin utama yang menjadi perhatian adalah bagaimana membagi keterbatasan anggaran secara tepat, menentukan proyek yang harus segera dituntaskan, serta memastikan pembangunan strategis daerah tetap berjalan sesuai kebutuhan dan kemampuan keuangan daerah.az





Lebih baru Lebih lama