Baru Sedikit yang Lolos, IKM Banjarmasin Ditarget Masuk Retail Modern

Setdako Banjarmasin Ichrom Muftezar melakukan motoring produk makanan di retail modern.ist

BANJARMASIN -Impian produk lokal Banjarmasin nangkring di rak Indomaret dan ritel modern lainnya belum sepenuhnya terwujud. Baru segelintir IKM yang lolos kurasi.
Karena itu, Pemko Banjarmasin lewat Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) tancap gas. Pelaku IKM digembleng lewat pelatihan produk unggulan agar naik kelas.
Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, yang mewakili Wali Kota H. M. Yamin HR, blak-blakan soal kendala utama. Menurutnya, banyak IKM belum sadar pentingnya legalitas.
"IKM- IKM kita masih belum aware. Meski punya usaha, mereka belum melengkapi syarat seperti NIB, sertifikat halal, dan lainnya agar bisa masuk retail modern," kata Ichrom saat membuka pelatihan di salah satu hotel di Banjarmasin, Senin (19/10).
Padahal, syarat retail modern cukup ketat yakni label harus jelas, ada komposisi, tanggal kedaluwarsa, kemasan standar, plus NIB dan sertifikat halal.
Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin, Hj. Neli Listriani, menyebut kualitas IKM Banjarmasin sebenarnya terus meningkat setiap tahun. Hanya saja, pasarnya masih mentok di lokal.
"Kami ingin IKM tidak hanya terjual di lokal, tapi masuk ritel modern sehingga jangkauannya lebih luas," ujarnya.
Kepala Bidang Perindustrian Disperdagin, H. Dedy Hamdani, menambahkan tantangan lain adalah negosiasi bisnis.
Masuk retail modern tidak hanya soal rasa enak. Pelaku IKM harus sepakat soal harga jual, mekanisme pembayaran, penempatan produk, dan yang paling krusial: konsistensi pasokan. "Kalau sudah komitmen kirim 100 pcs per minggu, ya harus 100. Jangan sampai rak kosong," jelas Dedy.
Saat ini, beberapa produk IKM Banjarmasin memang sudah ada di Indomaret. Namun jumlah dan sebarannya masih minim.
Lewat pelatihan ini, Pemko berharap IKM tidak hanya jago bikin produk, tapi juga paham cara main di pasar modern. dya/az

 
Lebih baru Lebih lama