Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. Alpiya Rakhman, S.E., M.M., menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila.ist
TANAH BUMBU – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. Alpiya Rakhman, S.E., M.M., menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila dan semangat persatuan dalam kehidupan keluarga sebagai fondasi membangun masyarakat yang harmonis, berkarakter, dan bebas dari kekerasan. Hal tersebut disampaikannya saat melaksanakan kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila serta Wawasan Kebangsaan di Kantor Desa Rantau Panjang Hilir, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, Jumat (30/10) siang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran bersama dalam menjaga persatuan, memperkuat ketahanan keluarga, serta meningkatkan perlindungan terhadap perempuan dan anak.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Perlindungan Perempuan P3A Provinsi Kalimantan Selatan, Hj. Anita Mayasari; Kabid Pengarusutamaan Gender dan Perlindungan Anak, Nurliana; Sekretaris Camat Kusan Hilir, Rahbiyah; serta Kepala Desa Rantau Panjang, Abdul Rahman, beserta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Alpiya menyampaikan bahwa tema “Pancasila dan Semangat Persatuan” mengandung pesan penting bahwa persatuan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Menurutnya, keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai moral, serta melahirkan generasi yang berakhlak, berintegritas, dan memiliki tanggung jawab terhadap sesama.
“Nilai-nilai Pancasila harus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan keluarga. Sikap saling menghargai, mengedepankan musyawarah, menjaga komunikasi yang baik, serta menyelesaikan permasalahan secara bijaksana merupakan wujud nyata pengamalan Pancasila,” ujarnya.
Ia menegaskan, tidak boleh ada pembenaran terhadap segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga, baik kekerasan fisik, psikis, seksual, maupun penelantaran. Menurutnya, keluarga seharusnya menjadi tempat yang aman bagi setiap anggotanya untuk tumbuh dan berkembang, bukan justru menjadi ruang terjadinya kekerasan yang dapat merusak masa depan perempuan dan anak.
Alpiya juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mencegah kekerasan melalui kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Kesadaran untuk mengenali tanda-tanda kekerasan, berani melaporkan kejadian, serta memberikan dukungan kepada korban merupakan langkah konkret yang dapat dilakukan bersama.
Dalam hal ini, kolaborasi dengan instansi terkait, termasuk unit pelayanan perlindungan perempuan dan anak, dinilai penting untuk memperkuat edukasi masyarakat mengenai pencegahan kekerasan, perlindungan korban, serta mekanisme pelaporan apabila terjadi kekerasan dalam rumah tangga.
Sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRD, Alpiya menilai bahwa upaya perlindungan perempuan dan anak membutuhkan perhatian berkelanjutan serta sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, lembaga terkait, dan masyarakat. Sosialisasi seperti ini diharapkan tidak berhenti pada pemahaman secara teori, tetapi juga mendorong perubahan sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam membangun persatuan, mulai dari keluarga, lingkungan tempat tinggal, hingga kehidupan bermasyarakat yang lebih luas.
“Persatuan yang kuat tidak akan terwujud apabila masih ada kekerasan, diskriminasi, dan tindakan yang merendahkan martabat manusia. Karena itu, mari kita bangun keluarga yang harmonis, saling menghormati, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” ajaknya.
Alpiya berharap, melalui kegiatan sosialisasi ini, tumbuh kesadaran dan komitmen bersama untuk mewujudkan keluarga yang harmonis, masyarakat yang peduli, serta lingkungan yang aman dan nyaman bagi perempuan, anak, dan seluruh anggota keluarga.
Dengan pengamalan nilai-nilai Pancasila secara konsisten, diharapkan semangat persatuan semakin kuat dan mampu menjadi landasan dalam mewujudkan masyarakat Kalimantan Selatan yang berkeadilan, menjunjung tinggi kemanusiaan, serta terbebas dari segala bentuk kekerasan.az
Tags
DPRD Kalsel