Teks foto-Ketua Kaukus Perempuan Parlemen Daerah Kalimantan Selatan, Hj .Dewi Damayanti Said,Gatriwara dan Forum Jurnalis Perempuan Indonesia Kalsel,Sunarti penandatangan kominten bersama.az
BANJARMASIN-Ketua Kaukus Perempuan Parlemen Daerah Kalimantan Selatan, Hj .Dewi Damayanti Said berharap kaum perempuan dalam keterlibatan pembangunan banua.
Ketua dan seluruh pengurus Gatriwara, yang merupakan tiang penyangga dalam keluarga, pendamping dan penyejuk di rumah bagi para anggota dewan provinsi Kalimantan Selatan.
Jika suasana di dewan sedang “panas”, maka hanya ibu-ibu lah yang mampu untuk mendinginkan dan menyejukkan hati bapak di rumah.
"Hari ini kita berkumpul di ruangan ini dalam rangka ramah-tamah dan menjalin persaudaraan diantara tiga pilar penting di DPRD Provinsi Kalimantan Selatan ini, yaitu Kaukus Perempuan Parlemen Daerah, Gatriwara dan Forum Jurnalis Perempuan Indonesia," ujar Dewi di Banjarmasin,Rabu (30/9).
Kaukus Perempuan Parlemen Daerah Kalimantan Selatan baru saja terbentuk pada 12 Agustus yang lalu dan ulun mendapat amanah dari Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dan kawan-kawan/ ibu-ibu anggota DPRD Provinsi yaitu sebagai Ketua.
" Tiga kekuatan perempuan berkumpul dalam satu ruangan. Bukan untuk arisan, bukan untuk lomba masak, tapi untuk keterlibatannya dalam pembangunan banua. Menjadi perempuan di politik itu rasanya seperti memakai baju kebaya di tengah lapangan bola. Dianggap indah, tapi dianggap tidak cocok untuk berlari. Kami di DPRD, 11 orang perempuan dari 55 orang. Kalau kami bicara soal Perda Perempuan dan Perlindungan Anak, kadang dianggap itu urusan ibu-ibu saja",jelasnya.
Padahal itu adalah urusan masa depan Banua. Merasa perlu untuk kita kaum perempuan bersama-sama dalam memperkuat perjuangan khususnya untuk kaum Perempuan dan anak.
"FJPI yang akan membuat suara kami terdengar karena tanpa pian, Perda yang kami buat hanya jadi kertas disimpan dalam laci. Pian mampu menulis dengan hati, bukan hanya dengan data. Hari ini, mari kita Bersama-sama KPPD dan FJPI “berjalan” saling merangkul, mengawal dan menjaga kebijakan yang berpihak kepada para Perempuan dan anak," tambahnya.
Ibu-ibu Gatriwara adalah benteng. Kalau di-bully di medsos karena kebijakan, kalau pulang malam karena rapat Banggar, pian yang menjaga rumah, menjaga anak, dan menjaga hati tetap waras.
Politik itu keras, tapi keluarga adalah rumah untuk pulang. Tanpa Gatriwara, tidak ada anggota tangguh di parlemen.
Ada 3 komitmen bersama yang ajukan
Pertama, saling jaga.Mulai hari ini, tidak ada lagi jurnalis perempuan Kalsel yang diintimidasi saat tugas tanpa KPPD bersuara.
Dan tidak ada lagi anggota dewan perempuan yang diserang secara gender di media sosial tanpa FJPI dan Gatriwara membela.
KPPD punya data anggaran, FJPI punya data lapangan, Gatriwara punya data keluarga di akar rumput.
Pemilu 2029 tidak lama lagi. Bagi KPPD Quota 30% harus terisi bagi perempuan Banua yang siap jadi pemimpin, bagi FJPI harus mempersiapkan juga para kader jurnalis yang hebat dan berkualitas, bagi ibu-ibu Gatriwara juga tidak kalah penting dalam mendampingi pasangannya yang akan maju lagi atau persiapan generasi berikutnya untuk menjadi anggota legislative maupun pemimpin banua yang hebat.az
Tags
DPRD Kalsel