BANJARMASIN-Saat masyarakat mulai menghirup udara yang tak lagi sehat akibat kabut asap, DPRD Kalimantan Selatan mengingatkan pemerintah agar tidak sekadar bergerak ketika keadaan sudah darurat.
Komisi III DPRD Kalsel meminta langkah pencegahan diperkuat sejak dini agar masyarakat tidak kembali menjadi korban.
Kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Kalsel dalam beberapa pekan terakhir hingga kini terus menyedot perhatian berbagai kalangan.
Fenomena yang kerap muncul ketika musim kemarau itu tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak kesehatan dan lingkungan.
Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Selatan, Habib Farhan Husien BSA, mengaku prihatin melihat kondisi kabut asap yang kembali dirasakan masyarakat di Banua.
“Saya sangat prihatin melihat dan merasakan dampak kabut asap yang melanda, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan,” ujar Habib Farhan Husien BSA kepada wartawan, Senin (24/8).
Menurutnya, pemerintah daerah harus memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan yang dapat memicu munculnya kabut asap.
Ia menilai langkah pemerintah tidak seharusnya hanya berfokus pada penanganan ketika kebakaran sudah terjadi dan asap telah menyebar ke permukiman.
Pencegahan, kata dia, harus menjadi perhatian utama agar dampak terhadap masyarakat dapat diminimalisir.
Sebagai anggota Komisi III DPRD Kalsel yang membidangi pembangunan, infrastruktur dan lingkungan hidup, Habib Farhan meminta pemerintah daerah melalui dinas dan instansi terkait untuk lebih peka dan sensitif dalam membaca potensi bencana.
Menurutnya, penyebab kebakaran hutan dan lahan harus dipetakan secara serius. Pemerintah perlu mengetahui apakah kebakaran terjadi semata-mata akibat faktor alam dan kondisi musim kemarau atau terdapat pemicu lain, termasuk kemungkinan adanya pembakaran hutan dan lahan secara sengaja.
“Pemerintah harus benar-benar melihat apa penyebabnya. Apakah ini karena kondisi alam atau ada pemicu lain seperti pembakaran hutan dan lahan dengan sengaja,” katanya.
Jika terdapat faktor lain yang menjadi penyebab kebakaran, menurut Habib Farhan, koordinasi antarinstansi harus diperkuat. Upaya pencegahan tidak cukup hanya dilakukan oleh satu instansi, melainkan membutuhkan kerja bersama antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, instansi lingkungan hidup, hingga pihak-pihak yang memiliki kewenangan di lapangan.
Ia menilai koordinasi yang kuat menjadi bagian penting untuk mencegah titik-titik kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
Selain kesiapan personel dan koordinasi lintas sektor, persoalan anggaran juga menjadi perhatian. Habib Farhan menegaskan pemerintah daerah harus menyediakan alokasi dana yang memadai untuk mendukung langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Menurut dia, kesiapsiagaan tidak akan berjalan maksimal jika tidak ditunjang dengan anggaran, sarana dan prasarana yang memadai.
Menurutnya, langkah pencegahan akan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan ketika kebakaran sudah meluas dan kabut asap telah menyebar ke berbagai wilayah.
“Yang harus menjadi perhatian adalah kesiapsiagaan. Jangan sampai kita baru bergerak ketika kondisi sudah darurat dan masyarakat sudah terdampak. Pemerintah harus hadir lebih awal untuk mencegah dan meminimalisir dampaknya,” katanya.
Habib Farhan menegaskan, masyarakat tidak boleh menjadi pihak yang harus menanggung akibat dari lambatnya langkah pencegahan.
Pemerintah daerah, menurutnya, memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan, baik melalui pencegahan kebakaran hutan dan lahan maupun kesiapan layanan kesehatan ketika kabut asap mulai mengancam.
Kabut asap yang kembali melanda menjadi pengingat bahwa persoalan kebakaran hutan dan lahan masih menjadi pekerjaan rumah serius. Ketika musim kemarau datang, kesiapsiagaan pemerintah dan seluruh instansi terkait akan kembali diuji.
DPRD Kalsel pun berharap penanganan tidak berhenti pada respons setelah bencana terjadi. Pemerintah diminta lebih peka membaca tanda-tanda, lebih cepat melakukan pencegahan dan lebih siap melindungi masyarakat.
Sebab, ketika kabut asap telah telanjur menutupi langit dan udara bersih menjadi sesuatu yang sulit didapat, masyarakatlah yang pertama kali merasakan dampaknya.az
,
Tags
DPRD Kalsel