BANJARMASIN- Aliansi BEM se Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Provinsi Kalsel.
Aksi damai mahasiswa di hadiri Ketua DPRD Provinsi Kalsel,H Supian HK dan jajaranan Setwan lainnya.
Dalam aksinya,ancaman berulang memixu kabup asal tebal,mengganggu penerbangan mengancam kesehatan masyarakat (ISPA),serta menurunkan kualitas hidup di Kalsel.
Krisis pasokan kelistrikan dan pertanggungjawaban PLN,penertiban distribusi BBM.
Supian HK mengatakan Inti pernyataan ini menekankan agar persoalan tidak langsung dihakimi atau saling menyalahkan. Yang lebih penting adalah memahami kondisi di lapangan, mengikuti proses yang ada, serta membangun komunikasi bersama antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah, kepolisian, dan DPRD.
"Jangan mudah menyalahkan atau menuduh sebelum memahami kondisi sebenarnya di lapangan.Penyelesaian persoalan harus dilakukan melalui kerja bersama dan komunikasi dengan pihak terkait," ujar H Supian HK di Banjarmasin,Kamis (20/8) sore.
Jangan membuat keputusan atau kebijakan yang terlalu singkat, misalnya hanya untuk dua minggu, karena kondisi di lapangan bisa berubah dan ada kemungkinan terjadi situasi darurat.
Kedatangan pihak pemerintah/pusat untuk bertemu mahasiswa dinilai sebagai langkah yang baik karena membuka ruang dialog.
Persoalan yang sedang dihadapi memiliki tahapan dan proses, sehingga perlu dipahami secara utuh.
"DPRD memiliki tanggung jawab untuk memahami persoalan sekaligus menjelaskan kepada masyarakat dan mahasiswa mengenai proses yang sedang berjalan," tegasnya.
Yang paling penting adalah menjaga kebersamaan dan mencari penyelesaian, bukan memperbesar perbedaan atau saling menyalahkan.az
Tags
DPRD Kalsel