BANJARMASIN - Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan,H Suripno Sumas SH MH soroti penukaran uang baru menjelang Lebaran.
Karena beberapa waktu terakhir ini, keluhan masyarakat terkait penukaran uang baru menjelang Lebaran sudah sampai kepadanya.
" Karena itu, kita harus segera mengatasi keluhan tersebut, termasuk melalui pemanfaatan aplikasi layanan penukaran agar masyarakat bisa mengaksesnya dengan lebih mudah dan tertib," ujar Suripno di Banjarmasin,Rabu (4/3).
Namun demikian, tidak semua masyarakat terbiasa atau mampu menggunakan aplikasi. Akibatnya, hal ini justru menjadi kendala bagi sebagian warga yang ingin menukarkan uangnya.
Ini menjadi salah satu indikator bahwa akses layanan penukaran uang masih perlu diperluas dan dipermudah.
Di sisi lain, Bank Indonesia juga membatasi jumlah nominal rupiah yang bisa ditukar oleh masyarakat.
Jumlahnya ada batas minimum dan maksimum yang telah ditentukan. Sementara itu, kebutuhan masyarakat cukup besar, terutama menjelang Hari Raya. Kondisi ini juga dirasakan oleh para pelaku usaha jasa penukaran uang yang tergabung dalam koperasi maupun kelompok usaha sejenis, yang berharap mendapatkan pasokan uang baru dalam jumlah memadai.
"Kami berharap ke depan Bank Indonesia dapat memberikan solusi, misalnya dengan membuka kesempatan penukaran tidak hanya melalui sistem aplikasi, tetapi juga melalui bank-bank yang ada di Banjarmasin dan lebih dekat dengan masyarakat," harapnya.
Dengan begitu, keinginan masyarakat untuk menyambut Lebaran, selain memiliki baju baru juga memiliki uang rupiah baru dapat terpenuhi dengan lebih mudah.
Harapannya, distribusi uang baru ini bisa lebih merata dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat, bukan justru menimbulkan kesan adanya pembatasan yang menyulitkan.
" Kami tentu akan terus menyampaikan aspirasi ini agar ada kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat," katanya.rds
Tags
dprd kalsel