Gubernur Kalsel: Idulfitri Momentum Perkuat Ibadah dan Sikapi Perbedaan dengan Bijak

Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin didampingi Wagub, Hasnuryadi Sulaiman dan Sekdaprov Kalsel, HM Syarifuddin saat menyampaikan sambutan sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri 1447 hijriyah.ist

BANJARMASIN - Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin menyampaikan bahwa perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Kalimantan Selatan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme masyarakat. Hal itu usai melaksanakan Salat Idulfitri di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Sabtu (21/3).

Didampingi Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, Sekdaprov, HM Syarifuddin serta Kepala Kanwil Kementerian Agama Kalsel Muhammad Tambrin, Muhidin mengungkapkan bahwa pelaksanaan Salat Idulfitri tahun ini dihadiri jamaah dalam jumlah besar hingga hampir memenuhi seluruh area masjid.

“Saya kira Ini luar biasa, masyarakat yang hadir sangat banyak, hampir seluruh tempat penuh. Bahkan pelaksanaan sebelumnya juga sudah dipadati jamaah,” ujarnya.

Gubernur H Muhidin juga mengapresiasi pelaksanaan salat yang dipimpin imam dengan kualitas bacaan yang sangat baik, sehingga menambah kekhusyukan ibadah dan hal tersebut menjadi pengingat bagi umat Islam untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Dengan imam yang luar biasa, ini mengingatkan kita bahwa kita masih memiliki kekurangan dan dosa. Mudah-mudahan setelah menjalani ibadah puasa, kita bisa terus meningkatkan ibadah dan mengakhiri hidup dalam keadaan baik,” katanya.

Terkait adanya perbedaan penetapan Hari Raya Idulfitri di tengah masyarakat, Muhidin menilai hal tersebut merupakan sesuatu yang lumrah dan kerap terjadi, baik di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia.

“Perbedaan itu biasa, ada yang melihat hilal, ada yang menggunakan metode lain. Yang penting masyarakat meyakini apa yang menjadi pedomannya, baik itu dari ormas, pemerintah, maupun keyakinan masing-masing,” jelasnya.

Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu mempermasalahkan perbedaan tersebut selama masing-masing menjalankan ibadah sesuai keyakinan dan tetap menjaga kerukunan.

“Siapapun, yang penting meyakini. Kalau sudah meyakini bahwa sudah masuk Idulfitri, maka silakan dirayakan. Tidak perlu diperdebatkan, karena perbedaan itu hal yang wajar,” tutupnya. adv/MC Kalsel/Fuz



Lebih baru Lebih lama