Komisi II DPRD Provinsi Kalsel saat melihat perkembangan sejumlah UMKM binaan PT Adaro Indonesia di Kabupaten Tabalong.ist
TABALONG – Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan mendorong penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis potensi lokal sebagai upaya meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat. Dorongan tersebut disampaikan setelah melihat perkembangan sejumlah UMKM binaan PT Adaro Indonesia di Kabupaten Tabalong, Jumat (17/7).
Salah satu UMKM yang menjadi perhatian adalah rumah produksi Auk Sukma di Desa Pasar Lama, Kecamatan Murung Pudak. Pelaku usaha tersebut berhasil mengembangkan produk otak-otak berbahan dasar ikan bandeng yang telah dipasarkan ke berbagai daerah. Meski distribusinya masih memerlukan *cooler box* untuk menjaga kualitas produk, usaha tersebut dinilai memiliki prospek yang baik untuk terus dikembangkan.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. Suripno Sumas, mengapresiasi keberhasilan pelaku UMKM dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai ekonomi. Menurutnya, inovasi serupa juga perlu dikembangkan dengan memanfaatkan berbagai jenis ikan lokal yang tersedia di Kalimantan Selatan.
“Kami sangat mengapresiasi Ibu Sukma yang telah berhasil mengembangkan usahanya. Harapan kami, inovasi ini terus dikembangkan, tidak hanya menggunakan ikan bandeng, tetapi juga ikan-ikan lokal lainnya yang memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai tambah. Kami juga berharap PT Adaro Indonesia terus memberikan pembinaan dan pendampingan kepada para pelaku UMKM,” ujarnya.
Selain meninjau rumah produksi otak-otak bandeng, Komisi II DPRD Kalsel juga melihat perkembangan UMKM binaan PT Adaro Indonesia di Desa Lok Batu, Kecamatan Haruai. Di lokasi tersebut, pelaku usaha mengembangkan produk sambal berbahan dasar daging keong yang menjadi salah satu inovasi olahan pangan khas daerah.
Perwakilan CSR Department PT Adaro Indonesia, Iwan Ridwan, menyampaikan bahwa perusahaan berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan terhadap UMKM di wilayah operasional melalui pendampingan yang berkesinambungan, mulai dari pengembangan usaha hingga penguatan pemasaran produk.
“Tadi kami juga menerima berbagai masukan, mulai dari proses hulu hingga hilir dalam pembinaan UMKM. Kami berharap pendampingan ini dapat terus berjalan sehingga UMKM semakin mandiri dan mampu berkembang secara berkelanjutan hingga masa akhir operasional tambang,” ungkapnya.
Komisi II DPRD Kalsel berharap sinergi antara pemerintah, PT. Adaro, dan masyarakat dalam pembinaan UMKM dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak produk unggulan daerah yang memiliki daya saing dan mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan.az
Tags
DPRD Kalsel