Anggota DPRD Kalsel, H Suripno Sumas SH MH dan Anggota DPRD Kota Banjarmasin, H. Deddy Sophian, S.E., M.M menyampaikan pentingnya mengelola sampah.az
BANJARMASIN – Anggota DPRD Kalimantan Selatan, H Suripno Sumas SH MH, menegaskan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah, seiring dilaksanakannya sosialisasi peraturan daerah (Perda) terkait pengelolaan sampah.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menyampaikan bahwa pengelolaan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.
“Melalui sosialisasi ini, kami ingin masyarakat memahami perannya. Pemerintah hadir sebagai fasilitator, tetapi masyarakat adalah kunci utama dalam pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing,” ujar Suripno di Banjarmasin,Minggu ( 5/4).
Ia menilai, kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan program pengelolaan sampah secara menyeluruh.
Dalam kegiatan tersebut, lanjutnya, masyarakat didorong untuk mulai memilah sampah rumah tangga, terutama antara sampah organik dan anorganik. Sampah anorganik seperti plastik dan kertas dapat dimanfaatkan melalui bank sampah untuk memberikan nilai ekonomi tambahan bagi warga.
“Sampah anorganik bisa dikumpulkan dan dijual melalui bank sampah. Ini bisa menjadi tambahan penghasilan bagi masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, sampah organik diharapkan dapat diolah menjadi kompos atau pupuk secara mandiri. Selain mengurangi volume sampah, langkah ini juga memberikan manfaat bagi kebutuhan pertanian maupun tanaman di lingkungan warga.
Menurutnya, melalui sosialisasi Perda ini, diharapkan keinginan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat dapat diwujudkan secara nyata.
“Kami berharap pengelolaan sampah bisa dilakukan secara maksimal dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tutupnya.
Anggota DPRD Kota Banjarmasin, H. Deddy Sophian, S.E., M.M menjelaskan
dengan rencana pembangunan pusat kuliner ini, Pemerintah Kota juga akan menyiapkan solusi terkait relokasi atau tempat pengganti bagi pihak-pihak yang terdampak.
"Namun demikian, kita juga menekankan bahwa persoalan kebersihan, khususnya pengelolaan sampah, merupakan tanggung jawab bersama," katanya.
Tidak bisa hanya mengandalkan dinas atau institusi tertentu, tetapi perlu keterlibatan seluruh stakeholder, terutama masyarakat.
"Kami berharap kesadaran ini dimulai dari tingkat rumah tangga, yaitu dengan memilah sampah organik dan non-organik sejak dari sumbernya," tambahnya.
Selain itu, perlu dipahami bahwa sampah juga memiliki nilai ekonomis jika dikelola dengan baik.
Pemerintah Kota bersama pihak terkait juga terus mendorong pembentukan dan penguatan bank sampah di setiap kelurahan. Dengan adanya bank sampah, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk mengelola sampah karena memiliki nilai manfaat secara ekonomi.
"Kami juga mengajak seluruh warga Kota Banjarmasin untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dengan memilah sampah dari rumah tangga," tegas politisi PKB ini.
"Dukungan dari semua pihak sangat penting agar kota kita menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman.Ke depan, kita memiliki target untuk kembali meraih Piala Adipura.
Oleh karena itu, mari kita bekerja sama, memperkuat peran agen 3R di setiap kelurahan, dan berkontribusi sesuai peran masing-masing demi mewujudkan Banjarmasin yang lebih baik," ujarnya.az
Tags
DPRD Kalsel