BATOLA- Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menegaskan komitmennya dalam mengawal percepatan pembangunan Jembatan Barito II guna mendukung kelancaran arus logistik serta konektivitas antarwilayah, khususnya antara Kalsel dan Kalimantan Tengah (Kalteng).
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peninjauan langsung titik rencana pembangunan di Kabupaten Barito Kuala, Senin (23/2) sore.
Peninjauan dipimpin Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalsel, Apt. Mustaqimah, S.Farm., M.Si., didampingi Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel H. Kartoyo, M.M., serta jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalsel.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Kalsel, Robby Cahyadi, menjelaskan bahwa proyek duplikasi Jembatan Barito ini merupakan gagasan Kementerian Pekerjaan Umum. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Kalsel memiliki peran strategis dalam penyusunan dan peninjauan Detail Engineering Design (DED).
Menurut Robby, keberadaan Jembatan Barito II diharapkan mampu mengurai kemacetan yang kerap terjadi di jalur utama penghubung Kalsel–Kalteng, sekaligus memperlancar distribusi barang dan jasa. Titik pembangunan saat ini masih dalam tahap kajian mendalam. Namun, terdapat usulan agar jembatan dibangun melintang dari Jalan Gubernur Soebardjo menuju kawasan Sakakajang/Tamban atau di sekitar Pelabuhan Trisakti.
Komisi III menilai, selain berfungsi sebagai solusi kemacetan, proyek strategis nasional ini berpotensi membuka simpul-simpul ekonomi baru yang dapat mendorong pertumbuhan kawasan di sekitarnya.
“Semoga bisa terlaksana dengan baik, sehingga apa yang menjadi cita-cita dan tujuan dari adanya proyek ini benar-benar memberikan manfaat, khususnya bagi masyarakat luas,” harap H.M. Rosehan NB, S.H., di sela kunjungan tersebut.
Senada dengan itu, H. Kartoyo, M.M. berharap pembangunan Jembatan Barito II nantinya turut memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM di sekitar kawasan, sehingga pertumbuhan ekonomi daerah dapat semakin meningkat seiring terbukanya akses dan konektivitas baru.az